PUTU MAYANG

Makanan tradisional satu ini favorit aku, mamaku cerita waktu aku kecil kalau lagi sakit, terus diberi makanan ini, sakitku secara ajaib bisa sembuh. Entah bener atau nggak, karena aku sama sekali ga ingat, kenyataannya sampai detik ini memang putu mayang ini punya efek nagih berat. Gurih manis & segar campur jadi satu, membuat rasanya selalu nempel di mulut dan di hatiku *ah, lebay bin alay.

Resep aku dapat dari catatan mamaku yang rajin banget mendokumentasikan resep-resep jadul, tapi berhubung Tita ikut makan, pewarna makanan sengaja aku buat dari bahan alami, supaya aman dikonsumsi, dan yang pasti jadi lebih sehat. Menurutku tidak merubah rasa, malah jadi nampol karena aroma asli pandan & daun suji serta buah bit yang yummy.

Putu Mayang

*hihihihi fotonya pake mangkuk makan Tita, karena sempetnya foto pas Tita mau makan

Kita langsung ke TKP yuk buat bikin Petulo nan menawan ini *narsis is a must 😀

PETULO / PUTU MAYANG

Bahan :
250 gr  Air
250 gr  Tepung beras
80 gr    Tepung sagu/tapioka (klo suka kenyal, bisa ditambah jadi 100gr)
125 ml  Santan kental
sedikit garam (saya pakai seujung sendok makan)
1-2 sdm   Puree bit
3-4 sdm   Larutan daun suji

Cara :

  1. Panaskan santan, air & garam (jangan sampai mendidih), diamkan sampai hangat
  2. Campur tepung sagu/tapioka & tepung beras hingga rata
  3. Masukkan campuran tepung ke dalam air santan hangat. Nyalakan kembali kompor dengan api kecil, aduk sampai kental (jgn sampai ngintip yah >> berkerak maksudnya)
  4. Angkat, bagi adonan jadi tiga bagian, beri pewarna hijau & merah, dan satu bagian lain biarkan putih
  5. Cetak di cetakan putu mayang/petulo, kukus dengan dialas daun pisang/daun pandan olesi minyak selama 15 mnt >> saya pakai alas baking paper jadi ga perlu diolesi minyak

Petulo before

Ini adonan yang dibagi 3 bagian … tetap bagus yah memakai  pewarna alami 🙂

Cetakan petulo

Si cetakan petulo warisan dari mamah juga ikut nampang hehehehe

Dan soulmate putu mayang/petulo ini pastilah si kuah gula yang legit … ayoh kita pasangkan mereka supaya serasi 🙂

Kinca/Kuah gula

Bahan :
250 ml    Santan kental
2 lbr        Daun pandan
150 gr    Gula aren / gula kelapa
Garam secukupnya

Cara:

  1. Didihkan semua bahan, angkat
  2. Sajikan petulo/putu mayang bersama kuahnya … nyem enyak 🙂

2 thoughts on “PUTU MAYANG

    1. enak bgt mom khusnul, sukaan sekeluarga ini
      cetakannya banyak kok dijual di pasar tradisional, harganya juga murah
      tapi bisa juga pakai sarangan dandang/pengukus mom, saringan dari seng yang bolongnya gede-gede juga bisa 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s