NASI KUNING SEDERHANA

Wah sudah day-11 #30hariberbagiresep nih, berarti sudah hampir setengah bulan mengumpulkan ingatan resep-resep yang dimasak setiap hari. Bisa refresh ingatan & punya dokumentasi menu akhirnya *harus dilecut dulu ternyata hehehehe

Tapi sebelum share resep, pengen cerita sedikit soal riwehnya hari ini. Sebenarnya rencana hari ini mau masak sayur asem jakarta komplit beserta lauk pauk yang menggugah selera. Sudah membayangkan betapa segarnya sayur asem dimakan dengan sambal terasi, ikan asin, tahu & tempe atau empal daging *dibuat “atau” soalnya sama mahalnya hihihihi. Hmmm ga sabar buat menikmati si sayur asem. Dan berangkatlah sang bunda ke tukang sayur dekat rumah. Semua bahan sudah terbeli, rapi masuk kantung plastik, tinggal eksekusi akhir.

Pulang ke rumah, siap-siap mau masak, tiba-tiba si kecil rewel & merajuk minta dibuatkan susu. Oke, bunda buat susu. Minum susu minta ditunggu sambil di elus-elus. Belum habis susu, sudah merengek minta keluar rumah lagi :D. Haduh kapan masaknya kalau minta keluar, sedangkan waktu sudah tidak bersahabat lagi, hampir jam makan siang. Saking ngambeknya, sisa susu yang diminum Tita, dia tuang ke kasur, basaaah … hadeeh -_-‘. Tapi untungnya mamahku datang ke rumah dengan ponakanku membawa makan siang untukku. Makan siangku pun tersolusi. Lha makan siangnya Tita gimana? Uprek-uprek di dapur cari yang praktis, dan alhamdulillah setengah jam makanan Tita pun jadi. Disuapi ga mau, minta makan sendiri. Dan tau donk hasilnya … berantakan. Beberes dulu, ganti baju Tita, dan mulai mikir. Sempatkah masak sayur asem komplit, yang nasi putihnya belum masak juga? 😀 Belum lagi rumah yang porak poranda kedatangan sepupunya Tita. Wez, lebih baik ditunda dulu aja sayur asemnya.

Buka kulkas. Kira-kira yang bisa cepet jadi apa yah? Ada stok nuget tahu, sosis juga masih ada, ada tempe yang baru dibeli tadi. Kayaknya nasi kuning amprokan bisa niy hahaha. Oke … nasi kuning simpel ala Bunda Tita pun dikerjakan.

Nasi kuning sederhana

Hasilnya tidak mengecewakan, rasanya bisa dipertanggungjawabkan dan tampilannya bisa dibilang menarik *menghibur diri sendiri sambil menghela nafas, untung masih punya stok lauk hihihihi. Satu piring itu isinya nasi kuning, kering tempe, nuget tahu, telur dadar, dan mi goreng. Untuk menghemat waktu, nasi kuning aku masak pakai ricecooker, mi goreng aku pakai mi instan yang sudah ada bumbunya & nuget buatan sendiri yang selalu ada di freezer.

Preambule nya kepanjangan, ke resep aja yuuukk …

NASI KUNING RICECOOKER

Bahan :
500 gr Beras, cuci bersih, masukkan ke dalam mangkuk ricecooker
2 ruas jari Kunyit, parut >> kalau suka warna lebih kuning, tambahkan
1 lbr Daun salam, pilih daun salam yang besar, sobek menjadi 2
1 btg Serai, geprek
2 lbr Daun jeruk, buang tengahnya
2 lbr Daun pandan, potong-potong
1 1/2 sdt Garam
65 ml Santan kental >> aku pakai 1 bks santan kara
Air menurut takaran selera

Cara membuat :

  1. Campur menjadi satu semua bahan kecuali beras, santan, & 1 lembar daun pandan, masak hingga mendidih
  2. Setelah mendidih, masukkan santan, aduk aduk sebentar sampai santan bercampur sempurna, matikan api.
  3. Masukkan Larutan bumbu kedalam mangkuk ricecooker yang sudah diisi beras, beri potongan 1 lembar daun pandan yang tersisa, masak hingga matang.

Nah, sambil menunggu nasi kuningnya masak, aku goreng nuget tahu, sosis, & telur dadar sambil iris-iris bahan kering tempenya *multi-tasking pokoknya :D. Begitu selesai goreng-goreng, saatnya membuat kering tempe.

KERING TEMPE

Bahan :
2 papan Tempe ukuran sedang (sekitar 200-250 gr), potong korek api, goreng kering, sisihkan
2 ruas jari Lengkuas, geprek
5 sg Bawang merah
3 sg Bawang putih
3 bh Cabe merah besar, buang bijinya, iris tipis lalu goreng sebentar
6 bh Cabe rawit, iris halus
1 lbr Daun salam, sobek menjadi dua
1 lbr Daun jeruk
2 sdt Gula
3 sdt Garam
40 gr Gula merah atau bisa menggunakan kecap manis
3 sdm Air asam jawa
Air secukupnya

Cara membuat :

  1. Haluskan bawang putih & bawang merah, tumis bersama lengkuas, daun salam & daun jeruk hingga harum
  2. Masukkan sedikit air beserta air asam jawa, cabe rawit, gula pasir & gula merah hingga mengental, matikan api.
  3. Campurkan tempe goreng ke dalam larutan gula, aduk sampai rata
  4. Setelah rata, nyalakan lagi apinya & masukkan cabai merah yang sudah digoreng, masak hingga bumbu meresap
  5. Angkat, sajikan

Setelah semua siap, tinggal menghidangkan. Hasil jadinya bisa sampai 5 piring, aku pun bisa bungkusin buat mamah & ayahku di rumah. Lalu saatnya bersih-bersih rumah. Selesai bersih-bersih, mandiin Tita, aku mandi, tinggal cetak-cetak nasi dan disajikan dalam satu piring deh. Wortel aku tambahkan sebagai pemanis, tapi bisa dimakan juga sebagai satu-satunya sayur yang muncul hehehehe. Bikinnya pun dadakan, wortel dikerat-kerat, potong-potong, rebus bentar … dan taraaa nasi kuning simpel pun jadi. Masih sempat juga bikin bento nya Tita … hmmm tambah lahap deh makannya 🙂

Bento nasi kuning2

Nasi kuningku memang agak pucat, karena aku ga terlalu suka aroma kunyit yang terlalu kuat. Mamahku kasih tips supaya nasi kuning bisa berwarna kuning cantik tapi aroma kunyitnya tidak terasa. Rahasianya ternyata terletak pada pemilihan kunyitnya. Pilih kunyit yang sudah bercabang, tapi jangan gunakan pokok buahnya, gunakan bagian cabangnya. Sebanyak apapun cabang kunyit dipakai, pasti aroma kunyit tidak akan sekuat pokok buahnya. Ini tips dari orang jawa jaman dulu kalau bikin pewarna dari kunyit. Haish … si mamah telat euy kasih taunya, sudah selesai baru woro-woro. Ga pa pa deh, lain kali dicoba lagi. Yang penting untuk hari ini aku sudah bisa bernafas lega karena semua tersolusikan …

Pulang-pulang ayah Tita kaget, dikirain ada acara apaan bikin nasi kuning, aku bilang acara syukuran untuk hari ini hihihi ..dan si ayah pun cuma menatap heran 😀

Advertisements

8 thoughts on “NASI KUNING SEDERHANA

  1. rasanya bisa dipertanggungjawabkan….hihihi… jadi, siapa yg bertanggungjawab? 😀
    ooo jadi yg dipake batang kunyitnya ya? baru tahu. tengkiyu infonya mbak 🙂

    1. hihihihi yang bertanggung jawab yang di rumah, yang berani bilang gak enak 😀
      aku juga baru tahu tadi mbak Inna dari si mamah kalau kunyit yang dipakai untuk pewarna itu cabang-cabangnya, tapi sudah telat hahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s