Category Archives: Another Story of Us

BYE BYE SEMBELIT DAN KONSTIPASI

Sembelit dan konstipasi? Uh … Sangat menyebalkan.

Ini baru saya yang ngomong sebagai orang dewasa. Lha kalau anak yang ngerasain sampai nangis-nangis? Haish … luluh lantak pasti hati ibu nya.

Ini juga yang dialami Tita. Dari bayi, sembelit ga pernah jauh-jauh dari Dia. Seingatku, dari mulai usia 1 bulan, Tita sudah susah BAB nya, kadang bisa sampai 4-5 hari ga BAB. Meskipun menurut DSA, ini masih hitungan wajar sebagai reaksi bayi terhadap ASI atau Sufor, tapi sebagai ibu nya yang pagi-siang-sore-malam selalu menghabiskan waktu bersama, jelas sedih, galau, sakit hati, bahkan meraung-raung dibuatnya. Bukan mengada-ada lho … siapa ga prihatin lihat anak ngeden-ngeden tapi ga keluar pup nya, dilanjut dengan tangisan membahana yang bikin pilu. Dan tidak berhenti sampai disitu, bahkan sampai Tita sebesar ini (sekarang 2,5th) masih saja perkara sembelit menghantui pertumbuhan dan perkembangannya.

Seperti kasus sembelit yang terakhir, sekali lagi Tita harus merasakan sakitnya BAB yang membuatnya menangis kenceng-kenceng dan berlarian kesana kemari untuk menahan rasa sakit (merusak acara toilet training-nya Tita hiks). Haduuh ga kebayang sedihnya setiap kali lihat Tita seperti itu. Segala cara sudah ditempuh, mulai konsumsi buah-buahan, sayuran hijau, madu, prebiotik, suplemen buah dan sayur, tapi hasilnya tetap sama, Tita menangis dan berteriak setiap BAB. Namun kali ini lebih parah karena disertai perut kembung, rasa sakit diperut yang membuatnya sering terbangun tengah malam, dan puncaknya Tita demam. Bukan demam tinggi sih, karena suhu badannya “hanya” berkisar antara 36,8-37,4 dercel tapi sudah cukup membuat aku panik. Akhirnya, balik lagi ke DSA. Dan alhasil 5 jenis obat yang harus diminum dan cek urin di laboratorium untuk melihat ada tidaknya indikasi infeksi saluran kencing. Alhamdulillah, hasil lab normal dan diagnosa kedua adalah KONSTIPASI. Sedikit bernafas lega karena tidak ada indikasi infeksi dalam tubuh Tita. Tapi meminumkan 5 jenis obat ke Tita? Wow, berarti bakal ada perang dunia ke-3 ini. Tita paling susah minum obat. Merayu dengan cara apapun ga akan pernah berhasil. Memaksa? Malah takutnya bikin dia trauma minum obat. Akhirnya minum obat pun pakai akal-akalan. Tapi setelah 3 hari, gejala perut kembung dan sembelitnya ga hilang, malah perutnya membesar dan keras. Haduuh,  bingung lagi. Akhirnya, obat yang seharusnya untuk 5 hari, aku stop saat itu juga. Baru 3 hari sih, tapi menurutku kalau rentang waktunya 5 hari sampai hari ke-3 tidak membaik tapi malah memburuk, berarti saatnya untuk berhenti minum obat. Mau balik ke DSA rasanya sudah males karena pasti bakal ganti obat lagi, dinasehati hal yang sama lagi, dan hasil yang belum tentu lebih baik dari sebelumnya (huih sudah su’udzon duluan).  Keputusanku, mencari info dengan cara lain.

Dan satu-satunya teman baik yang sedikiiit meringankan beban adalah internet (karena suami lebih panikan lagi kalau melihat anaknya sakit, jadi mamahnya yang harus gerilya :D). Sebanyak-banyaknya informasi aku coba dapatkan. Banyak sudah artikel yang menjelaskan mengenai konstipasi. Hasilnya … solusi ga ada,  rasa khawair terus menggunung.

Tapi yang namanya ikhtiar pasti ada hasilnya. Tiba-tiba aku stuck pada satu ulasan yang disampaikan oleh seorang dokter yang dengan ramahnya membalas setiap komen yang ada di akun FB-nya. Dokter Olieve Indri Leksmana. Aku baca ulasannya yang singkat tapi sangat berisi. Dan solusi yang ditawarkan benar-benar belum pernah aku coba sebelumnya.

Sedikit saja aku kutip dari akun FB nya.

“Konstipasi adalah kesulitan/keterlambatan BAB, yang menetap sudah > 2 minggu & telah menimbulkan ketidaknyamanan bagi yang mengalaminya. Jadi kalau baru satu atau dua kali, belum masuk kriteria medis tersebut.  Sedangkan menurut standar kepraktisan klinis, dikatakan konstipasi apabila terdapat BAB yang tidak teratur, BAB dengan nyeri atau keduanya. Dikatakan konstipasi akut bila keluhan timbul selama 1-4 minggu. Sedangkan konstipasi kronis, keluhannya berlangsung lama, lebih dari sebulan. Konstipasi akut terapi cuma perlu beberapa hari saja, tetapi konstipasi kronis dapat berbulan-bulan.

 Ada 3 hal penting yang harus diperhatikan, yaitu frekuensi BAB, konsistensi atau bentuk tinja, dan keadaan klinis. Gejalanya, BAB kurang dari 3 kali seminggu, rasa nyeri saat BAB, rektum terisi penuh oleh tinja yang keras, atau teraba massa tinja pada dinding perut. Jika ditemukan minimal satu gejala tersebut, maka bisa dikatakan si anak mengalami konstipasi. Gejala lain yang juga sering dijadikan patokan adalah BAB dengan tinja yang sangat besar setiap 7 hari sekali dan enkopresis (kecepirit), yaitu keadaan dimana pengeluaran tinja sedikit-sedikit berbentuk cair akibat konstipasi yang telah berlangsung lama.”

Dan memang inilah yang dialami Tita selama 3 minggu belakangan, gejala-gejala seperti diatas yang sering dia keluhkan. Kondisi ini sudah datang dan pergi semenjak Tita mulai bayi. Dan paling parah adalah 3 minggu kemarin dimana dia sudah sampai pada demam dan rasa sakit yang mengganggu di perutnya.

Yang lebih amazing lagi adalah solusinya. Selama pergi ke DSA, aku tidak pernah disarankan atau diresepkan pengobatan dengan menggunakan cara ini.  Yaitu menggunakan Sirup Laktulosa atau air gula pekat. Di akunnya, Dr. Olieve menyarankan untuk mengkonsumsi Sirup Laktulosa secara teratur sampai kondisi feses stabil atau dengan menggunakan air larutan gula pekat buatan sendiri. Aku memilih untuk memberikan sirup laktulosa yang dibeli di apotek, dengan pertimbangan bahwa ketidaktahuan ukuran pasti seberapa banyak perbandingan air : gula pada satu kali penyajian kepada anak, seberapa banyak air gula pekat yang harus diberikan sekali minum, dan sayang dengan gigi Tita kalau kebanyakan minum air gula karena Tita paling suka berkumur dengan air minumnya (weird ha? that’s my Tita hahaha). Selain itu, cara ini relatif aman karena kandungan syrup lactulosa ini hanya laktulosa saja, dibanding obat-obatan kimia lainnya.

Langsung berangkatlah aku ke apotek, dan  ini sirup laktulosa yang aku dapat

dulcolactol

Aku ikuti aturan yang tertulis di brosurnya dengan dosis anak 1-5 th  2x5ml. Disamping itu jelas pola makan yang sehat, sayuran hijau dan buah tetap aku berikan karena sifatnya penting dan harus. Aku banyak memberikan buah pepaya juga buah naga pada Tita, namun untuk menghindari kebosanan (secara Tita anak yang gampang bosan sama makanan),  aku selingi dengan buah-buahan lain terutama yang mengandung banyak air seperti semangka dan jeruk.

Well, hasilnya … dua hari setelah mengkonsumsi Syrup Laktulosa dan pola makan sehat, perut Tita berangsur membaik. BAB ga kesakitan, perutnya mulai melunak, dan kembung berkurang banyak sekali (buang angin mulu Titanya hehehe). Yang penting juga, kualitas tidur Tita dan mamahnya jadi membaik karena ga kebangun tengah malam.

Dan yang juga ga kalah pentingnya adalah selalu menjaga kebersihan, jaga asupan cairan dengan banyak minum air putih, perbanyak serat, dan selama konstipasi hindari buah apel dan pisang karena bisa memperburuk kondisi. Sempat merasa bersalah karena ngasih pisang & apel saking pengen masukin buah apa aja ke perutnya Tita,  baru keinget kalau apel masuk dalam diet braty untuk diare. So sorry Tita … feeling so much guilty  hikz.

Tapi btw, sekali lagi terima kasih atas pencerahan FB-nya dr. Olieve …. Sangat bermanfaat, karena bisa melepaskan kecemasan pada ibu-ibu yang gampang panik kalau tahu anaknya sakit sepertiku 🙂

Dan semoga hasil sharing ini juga membawa manfaat untuk ibu-ibu yang memiliki masalah sama. Kesabaran adalah kuncinya buibu 🙂

Kiss kiss from Tita and Mamah mmuuaacchh :-*

Advertisements

TITA NOW

Ah, lama ga posting di blog tercintaku ini. Balakangan aku disibukkan dengan kegiatan baru dan menyenangkan bersama Tita. Yess … Tita sudah memasuki usia preschool. Seneng banget lihat perkembangannya yang membanggakanku. Secara kemampuan berbahasanya lebih komplek meskipun pengucapannya masih belum sempurna, kemampuan psikomotornya yang menggemaskan dengan perilaku-perilaku dan ke-aktifan dia, apalagi kemampuan afeksinya yang ehem hampir setara dengan anak usia diatasnya, empatinya besar sekali kepada orang lain. Ih, mama suka mama suka hehehe

Inilah “Halaman” barunya Tita. Semua kegiatan bermain one-on-one bersamaku, aku rekam disini. See the pages ya … masih baru dan belum banyak postingan. Sedikit demi sedikit bakal aku penuhi dengan koleksi bermain-nya.

Lha terus masak memasaknya Tita gimana? Hehehe teteeep itu jadi kegiatan pokokku. Menyiapkan makanan sehat selalu adalah kewajiban seorang ibu. Apalagi Tita sudah beraktifitas dan punya kegiatan seperti itu. Menu dan nutrisi yang dibutuhkan pasti jauh lebih besar. Bahkan baru saja ketemu DSA nya Tita, dan beliau berkata “Usia anak ibu 2,5th ya, berarti berat seharusnya 13kg. Anak ibu berapa ini ya (sambil lihat data Tita) … 14kg? Wah bagus banget itu bu, dikasih apa anaknya?” Lah sempet bingung sendiri jawabnya, dengan polosnya aku jawab “Ya dikasih makan dok”. DSA nya Tita pun ketawa, “Iya jelas bu dikasih makan. Maksud saya apa dikasih makanan tambahan seperti susu pengganti makanan atau makanan buatan pabrikan?” dan dengan bangganya aku jawab “Nggak dok, hanya masakan asli ibunya, dengan mencoba belajar memenuhi semua nurisinya.” Dan jawaban DSA nya Tita bikin besar kepala banget “Wah bagus banget itu bu, pertahankan seperti itu yah, berarti ibu pinter menyediakan makanan dengan asupan gizi yang memenuhi syarat. Anaknya saya lihat juga aktif sekali. Jarang saya temui ibu-ibu yang seperti ini. Kebanyakan ibu-ibu yang anaknya punya perkembangan fisik yang bagus pas saya tanya pasti karena hasil pabrikan.” Uhuk uhuk langsung deh batuk-batuk & keluar dari ruangan dokter dengan wajah cerah ceria. Alhamdulillah …

Eh, balik ke topik (kok jadi membanggakan diri gini hehehe). Aktifitas masak jelas tetep, tapi makanannya Tita sekarang sudah punya rumah sendiri. Mau main? Ditunggu ya, alamatnya disini, jangan sampai kesasar hehehe.

front page MLLT

Ni penampakan depannya. Tinggal ketuk-ketuk dan voilla … resep-resepnya sudah nampang. Masih sedikit juga … but soon, pasti jadi banyak.

Segitu dulu deh cerita Tita sekarang. See you there muuaacchh :-*

INI BAYANGANKU ITU BAYANGANMU

Seminggu belakangan ini Tita punya kebiasaan baru. Aku perhatikan, sering kali ketika malam hari tiba, senengnya  menghadap dinding dan ngomong sendiri, sambil terkadang menoleh ke arahku dan mencoba menjelaskan sesuatu. Sedangkan kalau siang hari sering kali jongkok menghadap tanah, nunjuk-nunjuk tanah, dan bahkan teriak-teriak ga jelas. Sepertinya ada hal yang sangat menarik hatinya, sampai- sampai ketika mulai memperhatikan tanah dan merasa ada yang menarik, dibawanya kursi kecil lalu duduk mempehatikan tanah sambil nenteng cemilan di tangannya. Berasa ngeliat orang nonton di XXI -_-‘

Bingung awalnya, kenapa ya perilaku anakku seperti itu?  Sampai-sampai emaknya mikir, apa anakku punya teman khayalan?? *hahaha kalau ini emaknya yang ngayal. Akhirnya, jalan satu-satunya supaya tahu anakku kenapa, akupun mengikuti kebiasaan dia. Ikut ambil kursi kecil sambil memperhatikan tanah, dan ikut menghadap dinding ketika malam tiba.

Oh ternyata … (ini oh ternyata yang edisi hari sabtu, soalnya senin-jum’at sudah ada). Tita memperhatikan bayangan. Setiap bayangan yang ada di tanah dan juga di dinding, dia perhatikan dengan seksama. Dengan gayanya yang menunjuk tanah sambil ndremimil kata orang jawa, dia meminta penjelasan dengan bertanya “apa ni?”. Ohoho anakku sedang melakukan penelitian ternyata. Dan dengan sok ilmiahnya aku pun menjelaskan “Oooo ini namanya bayangan nak. Sinar matahari /lampu kalau terhalang sesuatu, akan membentuk bayangan sesuai dengan bendanya.” Sambil aku peragakan menggunakan benda-benda di sekitar.

Weh, ngerti ga ngerti, pokoknya itulah penjelasan Bunda nak. Eh lha tapi ternyata, dengan gayanya yang ga kalah ilmiah, dia seperti mengulang penjelasanku dan menggarisbawahi omonganku dengan bahasa planetnya yang blukutuk seperti ikan berenang dan tangannya sebagai penguat penjelasan. Ya ya ya bagus bagus … ganti bunda yang ga ngerti nak.

Nah, mulai saat itu Tita sering memperagakan rasa keingintahuannya tentang bayangan. Mulai dari mainan, tangannya sendiri, alat makan, bantal guling sampai baju-baju dalam lemari dia ambil jadi alat peraga. Kalau bayangan sudah terbentuk, dia bakal tertawa dengan senangnya, seolah-olah puas sudah bisa menciptakan bentuk-bentuk bayangan baru. Tapi … jangan sampai ada bayangan yang menimpa badannya, kalau ada bayangan yang menempel di badannya sekecil apapun, yang ada dia bakal histeris, marah-marah sambil mengibaskan tangannya. Aneh … :D.

Tapi yah itulah anak-anak kalau sedang eksplorasi sesuatu, hal aneh bisa saja terjadi. Tapi justru hal-hal aneh itulah yang membuat dunia anak penuh warna dan menarik.

Ayoh Tita teruslah ber-eksplorasi, dan bunda akan merekam semua rasa-ingin-tahu-mu di memory bunda untuk bekal cerita di masa depanmu nanti 🙂

shadow1

shadow2

shadow3shadow4

Bento 911

Menyiapkan menu sehari-hari untuk suami & anak adalah kesenangan tersendiri untukku. Meskipun perlu menyisihkan segelintir waktu & ekstra ketelatenan, karena dua hal itu adalah kebutuhan yang sangat berharga sebagai ibu rumah tangga yang all-in-one sepertiku, tapi dengan niat dan cinta untuk orang-orang terkasih, setiap hidangan adalah hadiah ter-istimewaku untuk mereka. Ya walaupun tak seindah menu-menu di restoran berbintang, ataupun se-enak masakan chef-chef ternama, tapi hanya dengan melihat mereka makan dengan lahap dan berselera saja sudah cukup membuatku tahu kalau mereka menyukainya … and that’s more than enough for me :).

Masih ingat sekali, satu hari, aku mendapati Tita putri kecilku yang biasanya lahap makan, tiba-tiba terlihat ogah-ogahan melihat masakan yang aku berikan padanya. Padahal biasanya… justru dia paling ga sabar menunggu jam makan tiba. Bahkan sering kali ketika aku sedang memasak & belum selesai, dia sudah menyodorkan mangkuk makan, lengkap dengan sendok dan gelas kesayangannya. Bingunglah bundanya. Ada apa dengan Titaku ini? Apa dia sakit? Nggak ah, dia lagi sehat kok. Atau apa lagi tumbuh gigi? Nggak juga, baru saja giginya tumbuh & sekarang sedang baik-baik saja. Tunggu dulu, apa dia mulai bosan dengan masakan bundanya? Aduuuh jangan sampai deh putriku bosan sama masakan bundanya. Dan akupun mulai panik. Bukan panik yang berlebihan tapi cukup membuat bertanya tanya, kenapa?

Mencari jawaban atas kegalauan bundanya Tita ternyata ga mudah :D, surveypun dilakukan. Mulai bikin menu yang komplit & uenak menurutku, seperti nasi, sayur, lauk dengan bumbu lengkap, ditolak. Menu-menu one dish meal, ditolak. Dari yang kering-keringan sampai berkuah, ditolak. Mulai deh nyut nyutan, kepikiran kalau ga mau makan, bagaimana nutrisinya nanti?

Diantara kegalauanku, tiba-tiba datang lah sang inspirasi. Aha!! gimana kalau bikin bento buat Tita? Good idea. Tapi … bento yang bagaimana ?? Nah lho bingung lagi :D.

Ah, Inget deh kalau pernah bookmark bento sederhana punya dbento.com. Aku pun mulai belajar sedikit-sedikit. Mulai dari menentukan menu sampai ke persiapan pembuatannya. Dan aku putuskan menu pertamaku untuk percobaan membuat bento adalah Nasi Tim Teri Warna Warni. Pengalaman pertama yang riweh, karena ga punya peralatan bento sama sekali. Akhirnya terpikirlah untuk bongkar bongkar koleksi cetakan kue kering milikku. Dan ketemu motif bunga daisy yang cantik. Semangat nyetak nasi yang masih panas di piring makan putriku, berakhir dengan rasa kecewa karena kurang memuaskan hasilnya, terlalu tipis dan jadinya kurang menarik. Bongkar & bongkar lagi. Akhirnya diakal deh supaya hasilnya bisa tebal. Tumpuk 2 cetakan jadi satu, dan berhasil hehehe. Sambil komat kamit supaya menu diterima, aku persembahkan bento sederhana pertamaku ke bidadari kecilku.

Tim Teri Warna Warni

Menu bento pertamaku ini aku juluki Bento 911, karena muncul disaat genting, dan ternyata bisa menolong putriku untuk nafsu makan lagi. Awalnya dia heran melihat isi piring yang berbeda dari biasanya, dan kalau ingat waktu itu, ekspresinya menggemaskan sekali. Dengan tertawa lucu dia menyambut girang piring makanannya dengan bersemangat. Aiih … Senang rasanya. Ternyata perjuanganku setelah satu minggu berbuah manis. Dan dengan lahapnya bentoku dimakan sampai habis. Horayy 🙂

adek mam nasi warna warni

Akhirnya semangat pun timbul. Ternyata menu apa saja kalau disajikannya beda dan  secara menarik, akan menambah selera makan siapapun. Dan ternyata membuat bento tidak serumit yang aku pikirkan. Mulai bentuk yang paling sederhana pun, bisa menjadi menu bento yang menggugah selera. Mulai deh membaca semua hal tentang bento, dan sering berkunjung ke dbento.com. Dan seperti inilah hasilnya yang sempat ter-foto …

bento tita 1

bento tita

Masih sangat sederhana, tapi aku akan tetap belajar. Targetku pengen bisa buat  kyaraben karakter yang lucu-lucu. Membayangkan betapa senangnya putriku nanti kalau mendapati makanannya disajikan dalam bentuk yang lucu & menarik, membuatku tambah semangat. Bahkan sang Ayah pun sudah request pengen juga dibuatkan. Wah tambah excited rasanya. Doakan yaa … semoga bisa terwujud 🙂

Nyelip : Tulisan ini diikusertakan Kontes Aku & Bento … N menang juara III yippeee alhamdulillah 🙂

AGAIIINN … ALHAMDULILLAH

Huhuhuhuhui … Tita jadi inspirasi emaknya lagi :). Setelah melewati tantangan untuk menjawab Tantangan Mama Koki Handal Bulan Juli 2013 *haish .. akhirnya jawabannya adalaaahhh Mama Paling Kece II berhasil disabet *efek nulis sambil nonton Last Samurai lagi sabet sabetan pedang*

Alhamdulillah …. hihihihi seneng

Jadi keinget waktu pertama baca ada Tantangan MKH Juli 2013 dengan tema Mie, langsung rasanya pengen lari ke dapur & masak … sampe lupa klo ga punya persiapan mie yang diminta sebagai syaratnya  *dudulnya kumat & lagi waktu itu pas lagi sibuk sibuknya nyiapin Lebaran tiba dengan tumpukan pe-er kue kering request sana sini. Akhirnya nyempetin deh mampir ke mini market terdekat *untung deket banget sama rumah … akhirnya sedikit lega si mie sudah kepegang hehehe. Ga tau ide dari mana, tiba tiba pas lihat ada persediaan coklat blok di lemari, kepikiran untuk bikin cemilan yang okeh marokeh buat Tita. Secara si Tita doyan banget sama yang namanya coklat *siapa yang enggak coba. Cuma bingung ni coklat sama mie nya mo diapain yaaa *krik krik krik. Diem sebentar trus tau tau tiingg si ide lewat. Tapiiii pas si ide lewat, buat eksekusi resepnya selalu adaaaaa ajaaa yang bikin ga bisa. Yang Tita rewel lah, yang panggangan kue nya manggil manggil lah, yang reminder hape dari requester kue krang kring terus lah *eh bunyi hape sudah gak kring lagi ya macem macem pokoknya. Nah nah nah … persis seperti tantangan MKH sebelumnya, akhirnya si resep baru berhasil dieksekusi di detik detik terakhir tantangannya deadline tanggal 7 Agustus. Kirimnya jam 22.00 lagi *ckckckck geleng geleng. Ya mau gimana lagi, pas barengan sibuk sibuknya persiapan lebaran je. Tapi alhamdulillah … hasil dari ngos ngosan ga percuma hehehehe. Meskipun bukan juara I tapiiii MAMA PALING KECE II weizzzz keyen dah hahahaha.

Eits lupa poto makanan paling kecenya … this is it! Chocolate Noodle Nest With Salad for 18mo Baby. Kece kaaann *masih dengan princess syahrini disini

Chocolate Noodle Nest with Fruit Salad

Plus poto paling kece kita berdue de *huuiiiihhh gayaaaa 😀

Cheeseeeeeee2

Mau bukti?? 😀 Yuk mampir ke mamakukokihandal.com ada kreasi emak emak lain yang lebih okeh & keyeeennn. Tapi hadiahnya belum ke-upload *dasar ga sabaran nulisnya kecepetan ga mau nunggu sekalian hadiahnya. Nyusul deh biar tambah seru hehehehe

Tapi yang pasti berkah lagi, alhamdulillah lagi 🙂

Luv to My Tita & milis mpasirumahan :*

LET ME OUT NDA!!

Setelah sembuh dari sakit, Tita jadi seneng banget keluar rumah >> kayaknya pelampiasan setelah hampir 3 minggu ga keluar rumah samsek, kecuali ke dokter. Jadinya tiap hari minta keluar sambil jarinya nunjuk arah pintu & ngomong “addah addah” >> sandal maksudnya. Sandal ayah bundanya yang ada di depan ditunjuk tunjuk disuruh pake & bawa dia jalan jalan *sudah pinter merintah ayah bundanya sekarang.

Cumaaa kalau dibiarin, jadwal keluar rumah Tita jadi banyak banget. Mulai bangun tidur jam 05.00 sudah ribut minta keluar. Akhirnya jam 05.30 keluar deh, biasanya kalau hari selasa & sabtu lihat ibu ibu senam >> ni yang doyan anaknya ato ayahnya ya :D. Abis tu ke rumah Akung Atinya Tita >> sebelahan sih :D. Trus lihat burung di rumah tetangga, jalan pake sepeda motor. Hadeeeh jadwal sarapannya jadi berantakan sekarang. Begitu diajak pulang, mulai deh teriak teriak histeris ga mau masuk rumah. Ngerayunya bener bener mati matian deh ayah nya.

Naaa begitu masuk rumah, sudah deh, bunda’s rule berlaku. Jam nya keluar rumah bener bener dibatasi. Main di dalam rumah aja. Mana sekarang udaranya panas ujan ga jelas gitu, keluar rumah jadi riskan >> trauma lihat Tita sakit -_-‘.

Jadi beginilah nasib Tita di dalam rumah

Let me out 1 Let me out 2

Menerawang jauh ke luar

Let me out 3 Let me out 6

Mulai utak atik selot pintu

Let me out 4 Let me out 5

mulai keliatan desperate sambil bubbling “ata ata ata abeta abeta abeta brrrr” ga tau maksudnya apa

Let me out 8 Let me out 7

nunjukin sesuatu & mencoba menarik bundanya untuk ikutan lihat >> mungkin pikirnya “kalau bundaku tertarik, aku pasti dibawa keluar”Tapi bunda tetep kekeuh bergeming.

Let me out 9

Dan ini tingkahnya kalau sudah mulai bener bener desperate : nendang pintu & gebrak pintu pake tangan sambil teriak teriak. Niru siapa sih ini ?? -_-‘

Haduh naak, boleh keluar tapi ya jangan lama lama toh. Bukan apa apa, jadwalnya adek yang lain kan masih banyak, istirahat juga perlu … secara baru aja sembuh. Ada waktunya jalan jalan keluar, bunda tahu saat ini masa masa eksplorasi akan banyak hal, tapi ya tetep musti disiplin, ga boleh asal iya. Harap dimengerti ya Adek Tita cantik, ini demi kebaikanmu juga. Luv U Nak.

Ayoh, waktunya makan & bobok!!!

Bronchitis oh Bronchitis

Sedih banget lihat Tita demam 3 hari ga turun turun. Dikasih obat penurun panas, tetep ga turun juga. Miris rasanya, karena baru kali ini Tita sakit. Setelah satu tahun selalu sehat & ceria, baru kali ini Titaku kena demam. Panik? pasti. Bertanya tanya? jelas. Sakit apa sih naaak?? Sampai sampai ilang senyum di wajahmu. Yang ada tiap hari nangiiss aja. Wez, bawa ke dokter. Karena pikiran bundanya sudah ga rasional “jangan jangan dbd” haduuhh ketakutan sendiri rasanya. Berangkat deh ke dokter spesialis anak, mana hari sabtu lagi. Tapi alhamdulillah ada dokter praktek hari sabtu. Maklum, tinggal di kota kecil. Kalau masih di Surabaya sih pasti ada dokter spesialis anak yang praktek hari sabtu.

Setelah periksa berdasar gejala Tita yang :

  1. Demam 3 hari berturut turut suhu antara 38 dercel s/d 39 dercel
  2. Disertai batuk bawaan dari seminggu sebelumnya
  3. Tapi anak masih aktif meskipun rewel
  4. Nafas berbunyi berasa dadanya penuh dahak

ternyata diagnosa dokter, anakku kena bronkitis. Oh Gosh … kok bisa?? Ketularan siapa nak? Tapi ya sudahlah, daripada mikir darimana penyakit datang, mending mikir ngobatinnya aja. Dan ini pesen si dokter:

  1. Mandi cukup diseka, jangan dicelupin bak mandi
  2. Hindari makanan berminyak, bersantan & coklat >> semua dimakan Tita, jadi merasa bersalah hiks
  3. Hindari angin langsung, lemari es >>hooh bisa juga ya, AC, exhaust fan apa aja yang berangin
  4. Minum obatnya, kalau panas tetep dikasih parasetamol, trus ada antibiotik & epexol drop.

Celakanya, pas di hari sabtu periksain Tita, aku pun kena demam 39 dercel. Waduh apalagi ini?? Kepala rasanya sakit, badan remuk, mual, berasa mau pingsan. Tapi alhamdulillah setelah minum panadol badan sudah enakan, panas juga turun. Mungkin juga karena semangat untuk sembuhin Tita, badan jadi sembuh sendiri. Alhamdulillah nya lagi besoknya Tita sudah gak panas, cuma kenapa nafasnya masih ngkrok ngkrok yah??

Seminggu kemudian, aku putuskan balik ke dsa Tita supaya penyakitnya tuntas. Kenapa masih ada sisa dahak di dadanya dok?? Ternyata diagnosanya ganti. Tita kena alergi. Walah, kok jadi alergi. Tapi gak kaget juga sih, secara aku sendiri juga penderita alergi. Biasanya kalau ibu alergi 70% menurun ke anak. Oke deh, dengerin pesen dokter lagi deh :

  1. Sudah boleh mandi >> senengnyaaa
  2. Sudah gak apa apa kena AC dkk
  3. Makanan yang dihindari jadi ganti, Tita pantang makan unggas, telur, ikan laut & susu sapi. So, susu musti ganti susu soya.
  4. Sudah ga masalah makan gorengan, santan & coklat asal ga ada ingredients allergen nya Tita. Duuhh, padahal hobi makan ayam & telur tu.
  5. Minum obat lagi >> tapi maaf yah pak dokter, karena saya juga penderita alergi jadi konsumsi obat saya hindari dulu. Kasihan Tita harus dicekoki obat terus. Cukup hindari makanan pantangannya aja & dikuatkan imun insyaAllah pasti bisa *pengalaman diri sendiri*
  6. Kalau nafas masih ngkrok ngkrok, rajin Nebul si Tita >> alhamdulillah sudah punya sendiri *penyakitnya sama sih kayak emaknya* jadi nebul nya di rumah saja ga perlu ke rumah sakit

Bicara soal nebulasi, aku selalu prepare sama Nebulizer di rumah, karena penderita alergi seperti aku pasti perlu banget. Karena pada saat kambuh, produksi cairan di rongga dada meningkat drastis, jadi musti pake nebulizer buat mengencerkan & melancarkan jalan nafas.

Sekarang alat ini jadi teman setia di keluargaku, karena menolong sekali 🙂

Omron

Happy B’day My Dear Angel

Horaaayyy Anakku 1y sekarang … berhubung tahun ini ga ada tanggal 29 Februari, perayaan ultah Tita dibuat tanggal 3 maret >> sebenernya tanggal 2 sih bareng Ati nya Tita, tapi bikin kuenya telat hahahaha *tanggal bisa jadi alibi deh

Berhubung ga sempet bikin cake, akhirnya bikin Fruit Pizza buat Tita, supaya semua bisa makan. Cuma berhubung Nda nya Tita masih amatir, jadinya ya ga seberapa rapi. Ga pa pa lah yang penting enak 🙂

Fruit Pizza

Dan yang lebih penting, Atah & Nda berdoa buat Tita semoga Tita menjadi anak yang sehat, cerdas, kuat, baik, sayang sama orang tua, sayang sama Allah, & sayang sama semuanya. We love you so much Our Dear Angel 🙂

Atah & Nda

Bener bener baru tahu betapa ajaibnya makhluk yang namanya bayi. Semenjak Baby Tita lahir, aku & suami sepakat untuk menjadi Mamah & Papah buat Tita >> biar gampang aja manggilnya. Waktu Tita umur 9m,  dia paling semangat kalau manggil papahnya dengan papapa & langsung lari ke arah papah. Buat mamahnya, ga pernah dipanggil blasss … nasiib

Tetapi oh tetapi, entah angin dari mana tiba tiba pas Tita 11m panggilan semangat ke papahnya berubah drastis. Dan ada julukan baru buatku. Awalnya bingung dengan kata kata Tita yang selalu manggil Nda Nda sambil nunjuk ke arahku. Aku pikir apa yah maunya Tita ini kok dari tadi Nda Nda sambil tunjuk tunjuk. Waktu aku datang ke arahnya, dia langsung ketawa & bilang Nda dengan manjanya. Astaghfirullah tepok jidat, ternyata anakku manggil aku dengan sebutan Nda :D.

Sama halnya dengan aku, papahnya pun juga diperlakukan sama, tiba tiba tunjuk tunjuk papahnya sambil manggil Atah Atah hahahahaha ternyataaa anakku pengen manggil Ayah Bunda ke Papah Mamahnya. Dari mana toh nak belajarnya kok punya inisiatif seperti itu.

Aku Bisa Dandan Sendiri Ndaaa …

Menikmati sore berdua di momen mandi memang saat paling menyenangkan, banyak banget yang aku biasa lakuin sama Tita. Salah satu yang paling disukai Tita adalah bercerita dengan boneka boneka plastik di bak mandinya. Berasa menciptakan dunianya sendiri, soalnya Tita bercerita dengan ocehannya yang aku sendiri belum ngerti maksudnya. Tapi tetep aja berasa menyenangkan, yang satu ngomong apa yang lain nanggepin apa, jadinya tambah lucu.

Nah, sore dua hari yang lalu sampai hari ini banyaaak banget hal lucu & sweet dari babyku. Mulai dari kebiasaan dia ikut ikutan Nda nya bersihin alas mandi (uhhmmm bikin gemez ni anak Nda) sampai ngasih bedak ke badannya sendiri. Maksudnya sih mungkin mau dandan sendiri, tapi ya gitu deh belepotan sana sini. Hihihi gak apa apa nak, ga ada noda ga belajar kan :).

dandan sendiri 1 dandan sendiri 2 dandan sendiri 3 Berhubung bagian tubuh favorit Tita itu mulutnya, jadi bedak pertama kali mendarat ya di mulut 😀

Tita ku juga sudah pinter dadah kalau Ayahnya berangkat, nyium pipi pake bunyi “muach”, masuk masukin mainannya kalau sudah selesai (meskipun masukin 2 atau 3 mainan langsung ditinggal ^^’), lepeh apapun yang masuk mulut kalau Nda bilang lepeh, & lagi suka banget ngasih barang yang dia pegang ke Nda nya apalagi kalau diberi bonus kata kata “terima kasih sayang” dia langsung ketawa 🙂

Anakkuu …